Arini Annisa, 21 y old, F. Bandung Institute of Technology. Illustrator.



twitter : @annisarinay
facebook : www.facebook.com/arainay

 

Catatan pribadi : Suara perempuan media di hari kartini.

didalam hidup ini tidak ada yang lancar terus, segala pilihan memiliki konsekuensi, segala yang dijalani memiliki hambatan, segala yang dilakukan pasti memiliki sisi bahagia dan tidak bahagia. lalu apakah kita harus berlari dari hambatan yang diujikan Tuhan kepada kita? kita dapat memilih, dan menentukan. Namun, terkadang terlalu cepat menentukan dan lari dari ujian adalah hal yang kurang tepat untuk sebagian kasus. 

Setelah menyelesaikan serangkaian studi saya di kampus tercinta Oktober lalu, saya kemudian bingung untuk menentukan arah kedepan hidup saya. Meneruskan studi? Berkarir? Freelance? Enterpreneur? Summer School? semua itu telah terpikirkan di benak saya. Sempat bersantai dalam waktu menunggu wisuda hingga bulan Februari lalu, akhirnya saya diberi rizki berupa pekerjaan baru, di sebuah Media Televisi baru yang terhitung besar di Indonesia.

Lalu saya melamar posisi di Graphic Design, ehm jobdescnya jika yang masih bingung, Graphic Design on air di stasiun televisi itu adalah mengakomodir kebutuhan grafis pada program-program on air, seperti News, dan Program Harian. Yang harus diupdate harian adalah News seperti Headline, Weather, dan Infografik, serta yang harus diupdate episodik ada berbagai macam, short bumper, opening bumper, plasma, segment bumper, dan sebagainya.

Saya dengan bahagia dan antusias ketika mengetahui saya diterima untuk bekerja di media tersebut. sebagaimana sebelumnya saya telah bekerja praktek di salah satu media televisi yang berbeda, dimana secara garis besar flow kerja graphic design saya telah mengetahuinya.

Selanjutnya, saya sangat menyukai dan enjoy dengan pekerjaan di media. Pertama, saya yang tidak memiliki basic apapun dalam motion grafis diberi banyak ilmu ketika bekerja di media televisi. Kedua, dapat belajar banyak hal lain diluar desain juga terutama tentang pengetahuan broadcast, dan jurnalisme. Ketiga, dapat meningkatkan motivasi untuk menambah kemampuan komunikasi, penguasaan bahasa, dan menambah ilmu baru, berhubungan dengan untuk mempertajam kemampuan dan kesempatan karir di bidang desain grafis media.

Namun setelah dua bulan berlalu, bukan tidak ada hambatan yang saya lalui ketika bekerja di media ini. Yang kadang-kadang membuat tangis saya pecah. lingkungan yang individualis, membuat saya membanding-bandingkan dengan organisasi kemahasiswaan yang kerapkali saya ikuti ketika masih di lingkungan kuliah dulu. kekeluargaan, saling membantu, saling menyemangati, saling peduli, itu tidak saya temui di tempat kerja. Membuat saya sering merindukan suasana kampus, teman-teman dikampus dan suasana bahagia ketika masih di kampus dulu. Lalu saya adalah satu-satunya karyawan di bidang motion grafis yang berjenis kelamin wanita. Sehingga tidak ada teman yang dapat diajak bicara dan berteman dari hati ke hati. Yang mengerti perasaan dan keluh kesah serta ketidaknyamanan bekerja malam. Yang mengerti perasaan badmood ketika sedang PMS. Yang akan membimbing selayaknya guru, yang sabar dan tidak akan menyalahkan ketika hasil yang saya berikan sebagai karyawan baru masih belum memuaskan. Ketiga, jam kerja malam. Sebagai orang yang belum biasa untuk melek sepenuhnya di malam hari, dan pulang di pagi hari, hal ini tentu cukup membuat kurang nyaman, apalagi situasi di kantor malam hari tidak seramai pagi hari, ketika dihadapkan dengan situasi sendirian di kantor, atau bersama satu partner kerja yang juga saya sungkan untuk ajak berbicara.Pulang pagi dan tidak selalu ada kendaraan yang memadai untuk kembali ke rumah, karena orang tua pun tidak mengizinkan saya untuk naik kendaraan umum seperti bus atau angkot di Jakarta. Jika pun saya mengantuk dan ingin beristirahat sejenak, saya dihantui rasa bersalah karena harus meninggalkan partner kerja saya melek di malam hari. 

Segala hambatan yang dialami tidak mudah. Berat, bahkan saya terkadang berdoa kepada Tuhan untuk mempercepat semua proses ini sehingga saya dapat diberikan porsi yang lebih nyaman dan sesuai. 

Lalu saya harus menyerah?

Menurut saya terlalu singkat dan picik untuk menyerah saat ini. Menurut saya terlalu dini untuk saya menyimpulkan bahwa keletihan saya tidak akan membuahkan hasil untuk saat ini. Saya masih muda, baru dua bulan bekerja. Saya mencintai dunia design grafis dan media. Tuhan mempercepat proses saya dari lamaran, dan ketika itu 5 hari setelahnya saya telah resmi menjadi karyawan. Berarti Tuhan tahu bahwa saya sanggup untuk bertahan, berjuang melewati semuanya. Hanya diuji seberapa besar saya mampu untuk bertahan, terus berjuang, dan mengikhlaskan segalanya kepada yang kuasa. Lalu untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih baik dan lebih sesuai dengan zona nyaman? apakah itu dapat didapatkan secara instan? Belum tentu manakala saya  memutuskan untuk menghentikan perjuangan saya dari tempat ini, saya instan mendapatkan pekerjaan di tempat yang lain yang lebih baik Kalaupun akhirnya mendapatkan pekerjaan di tempat lain yang lebih sejahtera dan lebih nyaman dari segi waktu bekerja, belum tentu saya menyukai pekerjaannya. 

Setelah berpikir itu semua, saya memutuskan untuk terus maju. Untuk bersabar dan berikhtiar, tidak ada yang instan untuk mencari penghidupan dan cita-cita yang terbaik. Allah selalu bersama kita, Dia selalu membimbing dan menemani kita, Dia tidak pernah tidur, dan akan selalu mendengarkan doa kita. Percaya saja padaNya, pada takdirNya, kalau semua akan baik-baik saja. Kalau semua akan indah ketika menurutNya kita telah pantas mendapatkan hadiah karena telah melewati segala ujianNya dengan tangguh. 

dan, seorang pekerja media, akan layak dianggap sebagai pekerja media yang handal, ketika dia sudah terbukti tangguh dan tahan banting. Pemred saja pasti mulai dari awal :p

Bismillah, karirku baru dimulai, takkan terhenti dengan cepat. Mohon doanya untuk kelancaran semuanya :”)

21/04. Suara seorang perempuan  media di Hari Kartini.

I mention her name and the old pain returns. Forget her, you say? How can you forget a living human being?

Sholem Aleichem (via larmoyante)

Cinta adalah berani pergi, atau ditinggal pergi.

Malaikat tanpa sayap ❤ (via meganovetrishka)

meganovetrishka:

Untuk Tuhan Bangsa dan Almamater.. Merdeka.. ✊✊✊
Dirgahayu ITB !!!
*repath alviancp – View on Path.

meganovetrishka:

Untuk Tuhan Bangsa dan Almamater.. Merdeka.. ✊✊✊

Dirgahayu ITB !!!

*repath alviancp – View on Path.

We do not grow absolutely, chronologically. We grow sometimes in one dimension, and not in another; unevenly. We grow partially. We are relative. We are mature in one realm, childish in another. The past, present, and future mingle and pull us backward, forward, or fix us in the present. We are made up of layers, cells, constellations.

Anais Nin (via light-gaps)

(Source: ourladyoflazarus)

Buat apa sih elo update tumblr, path, twitter, fb, dan socmed lainnya? Kalau orang emang pengen tahu soal elo, biarin dia nanya langsung ke elo. Jangan beraninya cuma stalking dari socmed aja. Harga lo semahal itu kali buat ditanya sama orang

Dilafitria Fauza (via chiderilas)

AH SIH AH SIH AH SIH AH NOTED SIH AAAAAH! ♥ Dekonstruksi ini namanya dekonstruksi nilai sebuah harga diri.

(via cacingditanah)

rizkanoviandari:

instagram:

Capturing the Cherry Blossom Season in Japan

To view more photos and videos of cherry blossoms and hanami parties throughout Japan, browse the #, #花見 and #お花見 hashtags on Instagram.

In Japan, sakura (桜), or cherry blossoms, stand as the symbolic flower of spring and start appearing all over the country as the seasons change. During this season, rows of cherry trees with their pastel-pink crowns transform the country and shower the streets in falling petals. People go out to gardens, streets and parks for hanami (花見), or flower viewing, to appreciate the beauty of the cherry blossoms and the mild weather after the long, cold winter. Often, hanami involves picnicking in the best sakura locations and enjoying food and drinks with friends under cherry trees. The blooming of sakura begins from the south around late March and spreads northward through the beginning of May.

Want to see more photos and videos from some of the most famous sakura locations in Japan? Explore the location pages below:

AAAAAAAAAAAAAH aku ingin pulang kampung lagi :”“)