Arini Annisa, 21 y old, F. Bandung Institute of Technology. Illustrator.



twitter : @annisarinay
facebook : www.facebook.com/arainay

 

langleav:

New poem! This was inspired by Antoine de Saint-Exupéry’s, The Little Prince. Hope you like it! Also check out my new book Lullabies, due for release in Sep and now available for pre-order from all major book stores and online here xo Lang 

A: Apalah arti pulang ketika setiap tempat senantiasa berbisik perlahan, "Aku adalah rumah."

A: Adakah rumah terbatas pada usia, pada harum bunga di halaman depan, atau memori yang tertinggal di bawah bantal kesayangan?

B: Sebenarnya, tak perlu kita pulang untuk bertemu rumah.

A: Maksudmu? Apa mungkin, pulang diciptakan agar ada alasan untuk pergi?

A: Barangkali, kita tidak pernah benar-benar pulang atau pergi?

A: Barangkali, pergi sebenarnya adalah pulang, begitupula pulang sesungguhnya adalah pergi.

A: (mengambil nafas dalam)

A: (diam sejenak, membiarkan pikirannya meliar)

B: Barangkali, kita semua hanya sedang menunggu untuk bangun dari mimpi?

B: (membiarkan waktu untuk memberi jeda di antara sela-sela pikirannya, gaung setiap katanya terdengar bersautan di belakang kepala)

A: Kalau memang begitu adanya, kurasa tak apa.

A: Sebab tidak semua mimpi tak nyata. Mungkin juga, tidak semua pulang ke rumah dan setiap pergi itu ke sana.

B: (menutup mata, berserah pada gaduhnya lompatan pikiran, lalu perlahan membuka mata)

B: Aku ingin jadi mimpi yang nyata dan nyata yang tak ada.

A: (tertawa kecil)

A: Suatu saat kita akan ada di sana.

B: Di sana...

B: Apa mungkin itu yang mereka maksud dengan rumah?

A: Mungkin. Mungkin saja ia rumah... atau mungkin juga bukan.

A: Tapi aku yakin untuk berada di sana, kita tak perlu lagi pulang atau pergi.

B: Hahaha, kamu ini gila. Pembicaraan ini sudah gila.

A: Tak ada salahnya kan bermimpi?

A: Mungkin saja kita bisa menjadi mimpi yang nyata

B: ...dan nyata yang tak ada.

B: Hahaha.. Di sana ya?

A: Iya, aku tunggu kamu di sana.

............

thefavoritetoy:

Last week, Disney Consumer Products held it’s 2014 holiday showcase. I was not there, but some of the pictures have caught my interest. A Deluxe set for Anna and Elsa Animators Collection dolls. I love their nightgowns! They also come with a change of clothes and Olaf. Pictures from Inside The Magic.

CeritaJika #54 : Jika Istrimu Seorang Pekerja Kantoran

Perempuan yang bekerja di kantor bukanlah perihal yang langka, terlebih di kota besar sebagian perusahaan atau perkantoran mempekerjakan perempuan sebagai pegawainya. Namun suamiku, pernahkah kamu membayangkan jika istrimu nanti adalah seorang perempuan yang menjadi pekerja kantoran?

Istrimu adalah seorang perempuan pekerja kantoran, aku harus berada di kantor dari jam 8 pagi sampai 4 sore, delapan jam penuh aku habiskan waktu tidak bersamamu maupun anak-anak  kita. Istrimu ini adalah seorang yang penyuka rutinitas, berangkat pagi pulang sore begitu setiap harinya. Namun jangan khawatir enam belas jam sisa waktuku setiap hari tentu akan aku habiskan bersama kalian, dan masih ada akhir pekan yang bisa aku habiskan sepenuhnya bersama kalian.

Meskipun setiap hari kerja aku berangkat pagi dan pulang sore namun aku tidak akan serta merta lupa pada tugasku sebagai istri dan ibu. Tentu sebelum berangkat ke kantor akan ku sempatkan untuk membuatkan sarapan untukmu dan anak kita, sarapan bersama di meja makan sesekali sambil mendengarkan sedikit celoteh anak-anak. Pun hal remeh seperti mempersiapkan baju yang akan kamu pakai bekerja atau sekedar menyiapkan kaos kaki bersih untuk si jagoan kita. Entah di kota mana kita akan tinggal dengan segala keriuhan kota itu, entah jam berapa aku sampai rumah, aku ingin sepulang dari kantor kita bisa menikmati secangkir teh hangat di beranda rumah. Jika tidak sore hari sambil menunggu matahari pulang, malam hari pun tak kalah serunya, seseru cerita kita seharian tadi. Meskipun besok aku harus bangun pagi dan mempersiapkan rutinitas seperti biasa, namun aku selalu ingin menemani anak kita belajar atau pun sekedar mendengarkan ceritanya di sekolah tadi.

Aku bukanlah seorang guru atau perawat yang menurutku profesi mereka sangatlah mulia dan bermanfaat buat orang lain. Aku juga bukan seorang wanita penggila karir yang setiap tahunnya harus naik pangkat atau jabatan, aku hanyalah seorang perempuan pekerja kantoran. Aku ingin bekerja di kantor pemerintahan atau badan usaha di bawah naungan pemerintah, setidaknya masih ada campur tangan pemerintah di situ. Meskipun aku tidak bermanfaat secara langsung bagi orang lain setidaknya aku dapat bermanfaat untuk negara ini. Ya begitulah suamiku, aku adalah seorang perempuan pekerja kantoran yang menyukai rutinitas. Bagaimana menurutmu bila istrimu nanti adalah seorang pekerja kantoran?

 - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -

pengirim :

Fiki Farkhati

Mahasiswi Statistika 2010 - Universitas Diponegoro

|| tentang proyek menulis ceritaJika klik di sini

………………………